KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas bergerak cepat menangani musibah kebakaran yang menghanguskan 14 unit rumah di Desa Lawang Kamah, Kecamatan Kapuas Tengah. Bupati Kapuas HM Wiyatno turun langsung ke lokasi, Kamis (2/4), untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan.
Dalam kunjungan tersebut, Wiyatno menegaskan kehadiran pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Pemkab Kapuas pun menyalurkan bantuan stimulan sebesar Rp30 juta per rumah yang terbakar.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan membantu proses pemulihan pascakebakaran,” ujar Wiyatno.
Selain bantuan uang, pemerintah daerah juga memberikan bantuan kebutuhan dasar. Di antaranya selimut, peralatan memasak, serta bahan pokok seperti beras, gula, susu, dan kebutuhan lainnya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari para korban.
Dalam peninjauan itu, Bupati turut didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Usis I Sangkai, Wakil Ketua I DPRD Kapuas Yohanes ST, Wakil Ketua II DPRD Kapuas Berinto, anggota DPRD Kapuas H Didi Hartoyo, serta anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Drs. Y. Freddy Ering.
Freddy Ering yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalteng Dapil V Kapuas–Pulang Pisau menyampaikan apresiasi tinggi atas gerak cepat Pemkab Kapuas dalam membantu korban kebakaran.

“Saya sangat mengapresiasi perhatian Pemkab Kapuas yang sigap menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Lawang Kamah. Kehadiran langsung Bupati Kapuas bersama jajaran ke lokasi menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa sembako dan perlengkapan rumah tangga, tetapi juga bantuan tunai sebesar Rp30 juta per rumah yang terdampak.
Lebih lanjut, Freddy juga mengungkapkan komitmen Bupati Kapuas dalam memperbaiki infrastruktur desa. Salah satunya rencana pembangunan kembali jembatan penghubung desa yang selama ini rusak dan tidak dapat digunakan.
“Ini sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan memperlancar konektivitas antarwilayah,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga mencetuskan rencana pembangunan bundaran di simpang Lungkuh Layang/Pujon. Di hadapan jajaran Pemkab, camat, dan para kepala desa setempat, Wiyatno menegaskan keseriusannya untuk merealisasikan pembangunan tersebut paling lambat pada 2028, dengan target mulai dikerjakan pada 2027.
Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, Freddy Ering mengaku salut atas komitmen pembangunan yang dilakukan Bupati Kapuas.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Kapuas H.M. Wiyatno. Pembangunan tidak hanya terfokus di Kota Kuala Kapuas, tetapi juga menjangkau kecamatan hingga desa. Tidak hanya pembangunan fisik, beliau juga sangat peduli terhadap kehidupan masyarakat, terutama yang tertimpa musibah,” pungkasnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (rd)