KUALA KAPUAS – Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kabupaten Kapuas melaksanakan kegiatan kaji tiru ke MAS Al-Irsyad Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang diikuti 45 peserta tersebut menjadi ajang belajar sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan Islam.
Rombongan dipimpin Ketua KKMA Kabupaten Kapuas, Dr. H. Bidin, S.Ag., M.Pd., didampingi pengawas madrasah, pengawas pendidikan agama, serta perwakilan dari 20 Madrasah Aliyah se-Kabupaten Kapuas.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, Ahmad Syairazi, bersama Kepala MAS Al-Irsyad, Dinie Irmalia, dewan guru, dan para santri.
Dalam sambutannya, Ahmad Syairazi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan kaji tiru menjadi sarana yang efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam.
“Kunjungan KKMA Kabupaten Kapuas merupakan suatu kehormatan dan keberkahan bagi kami. Semoga melalui kegiatan ini terjalin hubungan yang semakin erat dan memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan madrasah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan karakter bagi peserta didik Madrasah Aliyah yang berada pada fase perkembangan menuju kedewasaan. Pendidikan akhlak, pembiasaan perilaku terpuji, dan budaya membaca Al-Qur’an, menurutnya, harus menjadi prioritas dalam proses pendidikan.
“Madrasah memiliki tanggung jawab untuk membimbing peserta didik agar memiliki akhlak yang baik serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai bekal menghadapi masa depan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua KKMA Kabupaten Kapuas, Dr. H. Bidin, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tuan Guru Haji Ahmad Syairazi, Ustadzah Dr. Dinie Irmalia, serta seluruh dewan guru dan santri yang telah menerima kami dengan penuh keramahan dan kekeluargaan,” katanya.
Bidin mengaku terkesan dengan antusiasme para santri dalam menyambut rombongan dari Kapuas.
“Sambutan dari para santri sangat luar biasa. Kami merasa dihormati dan disambut dengan penuh kehangatan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Dinie Irmalia memaparkan perkembangan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan yang berdiri sejak 2010. Saat ini, pesantren tersebut membina sekitar 7.000 santri putra dan putri. Adapun MAS Al-Irsyad yang berdiri tiga tahun lalu telah memiliki sekitar 1.500 peserta didik.
Selain mendengarkan pemaparan mengenai sistem pengelolaan lembaga pendidikan, peserta kaji tiru juga berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan pimpinan pondok pesantren serta pengelola madrasah.
Salah seorang peserta, Suhardi, mengaku memperoleh banyak wawasan dan inspirasi dari kegiatan tersebut.
“Kami mendapatkan banyak pengetahuan, arahan, dan inspirasi mengenai pengelolaan lembaga pendidikan. Berbagai praktik baik yang diterapkan di sini sangat bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan madrasah di daerah kami,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, KKMA Kabupaten Kapuas berharap dapat mengadopsi berbagai inovasi dan praktik baik yang diterapkan di MAS Al-Irsyad Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan guna meningkatkan mutu pengelolaan Madrasah Aliyah di Kabupaten Kapuas, terutama dalam penguatan karakter peserta didik, pengembangan budaya akademik, dan pembinaan nilai-nilai keagamaan. (ty)














