
KUALA KAPUAS – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas mulai meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas mengeluarkan peringatan dini setelah kondisi lapisan tanah permukaan di seluruh kecamatan mulai mengering dan mudah terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeram S. Pandiangan mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, sekitar 80 persen lapisan tanah permukaan telah berada pada kondisi mudah terbakar. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga 11 Juli 2026.
“Lapisan tanah permukaan sudah mencapai sekitar 80 persen mudah terbakar karena mulai mengering hampir di seluruh kecamatan di wilayah Kapuas,” ujarnya, Senin (6/7).
BPBD mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat cuaca panas dan minim hujan. Warga juga diminta menyiapkan tempat atau tong penampungan air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran di sekitar permukiman maupun lahan.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat desa, petugas BPBD, maupun pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda munculnya titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.
BPBD berharap seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama mencegah karhutla. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan melakukan pemadaman setelah api membesar, terlebih memasuki periode cuaca yang semakin kering dalam beberapa hari ke depan. (ty)







