PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) kembali memperkuat komitmen penanganan stunting dengan menggelar Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan dan monitoring intervensi spesifik di Desa Sei Bakau, Kecamatan Sebangau Kuala, Kamis (13/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah menargetkan Sei Bakau menjadi desa percontohan zero stunting pada 2026.
Wakil Bupati Pulang Pisau H Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor, terutama di wilayah pesisir yang memiliki tantangan tersendiri. Ia menyatakan seluruh perangkat daerah terkait, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar target zero stunting dapat terwujud.
“Upaya menurunkan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini memerlukan kerja nyata seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat. Dengan sinergi bersama, saya optimis Desa Sei Bakau dapat menjadi desa zero stunting tahun depan,” tegas Jayadikarta saat memerikan arahan.
Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, masih menjadi perhatian serius pemerintah. Dampaknya tidak hanya pada hambatan pertumbuhan fisik, tetapi juga pada kemampuan kognitif dan produktivitas anak di masa depan.
Di Pulang Pisau, percepatan penurunan stunting telah ditetapkan sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia, sebagaimana tercantum dalam rencana aksi daerah TPPS. Pemerintah daerah terus memperkuat intervensi gizi spesifik maupun sensitif melalui kerja sama lintas sektor.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Pulang Pisau bersama jajaran Dinas Kesehatan, DP3AP3KB, serta Bapperida sebagai leading sector TP3S. Kehadiran seluruh stakeholder diharapkan mampu mempercepat pencapaian target zero stunting sekaligus memperkuat implementasi program di tingkat desa. (kk/red)
















