KUALA KAPUAS – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kapuas Dr H Suwarno Muriyat menegaskan, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) harus dilakukan secara akuntabel, tepat sasaran, dan tanpa celah penyimpangan.
Penegasan ini menjadi pesan utama dalam Workshop Pengelolaan Dana BOSP Pendidikan Dasar yang digelar di Aula Disdik Kapuas, Selasa (25/11), diikuti para kepala sekolah, bendahara, dan operator satuan pendidikan.
Suwarno menekankan, Dana BOSP bukan semata urusan administrasi, melainkan tanggung jawab moral dan hukum seluruh pengelola pendidikan. Ia meminta setiap satuan pendidikan memahami juknis terbaru, mematuhi mekanisme pelaporan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pendidikan.
“Dana BOS menyangkut kepercayaan negara dan masyarakat. Jangan ada penyimpangan sekecil apa pun. Semua penggunaan dana harus benar-benar mendukung peningkatan mutu pembelajaran,” tegas Suwarno.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Inspektorat memberikan materi mengenai pengawasan internal, manajemen risiko, dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Badan Keuangan dan Aset Daerah memaparkan mekanisme perencanaan serta penganggaran yang benar.
KP2KP turut menjelaskan tata cara pemotongan dan pemungutan PPh, pengelolaan keuangan, hingga kebijakan perpajakan. Sementara Tim Manajemen BOSP menguraikan strategi teknis pengelolaan keuangan sekolah.
Dia berharap materi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman peserta sehingga seluruh proses mulai dari perencanaan, penatausahaan, sampai pelaporan berjalan transparan dan sesuai aturan. “Kita ingin Kapuas menjadi daerah dengan tata kelola dana pendidikan yang bersih, profesional, dan bisa menjadi contoh. Koordinasi serta kepatuhan pada regulasi adalah kunci,” ujarnya.
Ia menambahkan, tata kelola BOSP yang baik akan berdampak langsung pada kualitas layanan belajar bagi peserta didik di seluruh Kabupaten Kapuas.
Sebelumnya, Kabid SMP Franz Yulian melaporkan bahwa workshop dilaksanakan dalam lima angkatan untuk memastikan seluruh kepala sekolah, bendahara, dan operator SD maupun SMP se-Kabupaten Kapuas mendapatkan pelatihan merata dan mampu mengoptimalkan pengelolaan dana BOSP. (re)
















