PULANG PISAU – Wakil Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Jayadikarta bersama Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) kembali melaksanakan rapat koordinasi serta monitoring intervensi spesifik di Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Selasa (9/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Wabup menyampaikan arahan Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa’i. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, mulai dari TP3S, perangkat daerah, TP-PKK, GOW, DWP, pemerintah kecamatan, Puskesmas, tenaga kesehatan, pemerintah desa, organisasi profesi, hingga kader dan relawan di lapangan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam percepatan penurunan stunting di Pulang Pisau.
“Melalui program Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) serta intervensi spesifik di 29 desa lokus, kita telah menunjukkan langkah nyata. Pemberian makanan bergizi berbasis pangan lokal, vitamin, dan edukasi kepada keluarga sasaran berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut bukan hanya memberikan asupan gizi kepada balita, tetapi juga membangun kesadaran keluarga mengenai pola asuh, pola makan, dan pola hidup sehat. Pemerintah daerah, tegasnya, memiliki komitmen kuat menurunkan angka stunting secara signifikan.
Meski demikian, hasil survei terakhir menunjukkan angka stunting meningkat menjadi 27,9 persen. Kondisi itu, kata Wabup, harus menjadi refleksi bersama agar pelaksanaan program ke depan lebih tepat sasaran dan memberi dampak nyata.
“Peningkatan ini harus menjadi bahan evaluasi agar program lebih terarah, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, PKK, hingga mitra kerja lainnya untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pendampingan, serta memastikan administrasi dan pelaporan berjalan akuntabel.
“Melalui momentum ini, mari kita jadikan Desa Tangkahen sebagai contoh pelaksanaan intervensi spesifik yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan sehingga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pulang Pisau,” tandasnya. (re)
















