PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2025, Selasa (23/12/2025). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Pulang Pisau H Ahmad Jayadikarta sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka kemiskinan di daerah.
Mewakili Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa’i, Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta menyampaikan bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan yang harus dilaksanakan secara terencana, terintegrasi, dan berbasis data yang akurat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Kabupaten Pulang Pisau pada Maret 2025 tercatat sebesar 4,79 persen atau sebanyak 6.230 jiwa. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode Maret 2024. Meski demikian, Kabupaten Pulang Pisau masih berada pada peringkat kelima terendah tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Data ini menjadi bahan evaluasi bersama agar kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” ujar Ahmad Jayadikarta.
Ia menekankan pentingnya pembaruan data makro dan sektoral serta sinkronisasi kebijakan daerah dengan program pemerintah pusat, seperti Program Sekolah Rakyat, Program Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Merah Putih. Selain itu, pada tahun 2026 Pemkab Pulang Pisau akan menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2026–2030 sebagai dokumen perencanaan lima tahunan yang memuat program, kegiatan, dan kebijakan terintegrasi.
Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa Pemkab Pulang Pisau terus melakukan berbagai upaya maksimal dan terukur dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, penanganan kemiskinan di Pulang Pisau memiliki tantangan tersendiri, salah satunya dipengaruhi oleh perbedaan jumlah penduduk dibandingkan kabupaten/kota lain.
“Perbedaan jumlah penduduk ini tentu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian persentase penurunan kemiskinan. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau tetap berkomitmen bekerja secara optimal dan berkelanjutan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, berbagai program lintas sektor terus diperkuat, mulai dari peningkatan akses layanan dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga optimalisasi bantuan sosial yang tepat sasaran. Seluruh upaya tersebut dilaksanakan secara sinergis bersama perangkat daerah terkait, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan.
Wakil Bupati berharap melalui konsistensi pelaksanaan program serta kolaborasi semua pihak, upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau dapat memberikan hasil yang signifikan.
“Kami optimistis, dengan kerja keras dan dukungan seluruh elemen, peringkat Kabupaten Pulang Pisau dalam penurunan kemiskinan dapat terus meningkat, bahkan ditargetkan mampu mencapai peringkat tiga di tingkat provinsi,” pungkasnya.
Rakor tersebut turut dihadiri Plh Sekretaris Daerah Supriyadi, perwakilan BPS Provinsi Kalimantan Tengah, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Pulang Pisau, serta insan media. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap melalui Rakor ini terbangun komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.(re)
















