PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, H. Ahmad Rifa’i didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Iwan Hermawan meninjau sejumlah proyek peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Maliku dan Kecamatan Pandih Batu, Selasa (23/12/2025).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres dan kualitas pekerjaan pembangunan infrastruktur agar dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat pada akhir tahun 2025. Adapun lokasi yang ditinjau meliputi pembangunan jembatan di Desa Badirih, peningkatan jalan Desa Kantan Atas–Desa Kantan Dalam, serta ruas jalan Desa Sidodadi–Desa Garantung.
Bupati Ahmad Rifa’i menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berkomitmen meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui penyelesaian berbagai proyek infrastruktur jalan dan jembatan. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi kado akhir tahun bagi masyarakat Pulang Pisau.
“Kita telah meninjau pembangunan jembatan di Desa Badirih, peningkatan jalan Desa Kantan Atas–Desa Kantan Dalam, serta peningkatan jalan Desa Sidodadi–Garantung. Ini merupakan kado akhir tahun 2025 dan target Dinas PUPR seluruhnya selesai,” ujar Ahmad Rifa’i.
Ia menjelaskan, pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai sarana penunjang aktivitas masyarakat sekaligus penggerak roda perekonomian di tingkat kecamatan.
“Pembangunan ini bertujuan untuk menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat di kecamatan-kecamatan. Kita meninjau tiga titik, dan masih ada beberapa titik lainnya yang belum sempat dikunjungi. Namun saya yakin Dinas PUPR dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai batas kontrak yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain itu, Bupati Ahmad Rifa’i juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pulang Pisau agar bersama-sama menjaga dan memelihara aset pembangunan yang telah dibangun oleh pemerintah daerah.
“Saya mengharapkan kepada masyarakat agar aset yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah ini dapat dijaga bersama, terutama terkait tonase muatan. Yang menikmati bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat sekitar. Tolong jaga aset ini demi kelancaran dan kepentingan bersama,” tutupnya. (re)
















