KUALA KAPUAS – Terminal Kapuas yang berada di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya Jalan Jepang, akan dikembangkan menjadi rest area terpadu. Terminal yang diresmikan pada 15 Agustus 2003 oleh Bupati Kapuas saat itu H. Burhanudin Ali tersebut sempat terbengkalai hampir dua dekade.
Pemerintah Kabupaten Kapuas kini mulai melakukan pembenahan sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan terminal dan antisipasi pertumbuhan kota dalam 10–15 tahun ke depan.
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno mengatakan, penataan Terminal Kapuas telah dimulai melalui tahap awal berupa pelebaran area, penimbunan, serta perkerasan lahan. Ke depan, terminal tidak lagi hanya berfungsi sebagai terminal angkutan, tetapi juga sebagai kawasan pelayanan publik.
“Ke depan terminal ini kita lengkapi rest area plus ruang terbuka hijau. Di dalamnya nanti ada tempat istirahat, musala, WC, dan fasilitas umum lainnya,” kata Wiyatno, Selasa (27/1).
Menurutnya, posisi Terminal Kapuas yang berada di persimpangan jalan nasional sangat strategis sebagai tempat singgah pengguna jalan lintas Kalimantan. Selain itu, kawasan terminal juga direncanakan menjadi ruang pengembangan UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Meski luas terminal saat ini dinilai masih mencukupi, Wiyatno menegaskan bahwa perkembangan Kota Kapuas ke depan menuntut ketersediaan lahan yang lebih luas. Oleh karena itu, Pemkab Kapuas berencana mengupayakan pembebasan lahan di sekitar terminal.
“Kalau bicara perkembangan kota 10 sampai 15 tahun ke depan, lahan ini masih kurang. Maka kita akan upayakan perluasan dengan membebaskan tanah di sekitar terminal,” ujarnya.
Sementara itu, dari pantauan di lapangan, proses awal pembenahan terminal telah terlihat, di antaranya berupa kegiatan pelebaran kawasan serta penimbunan lahan di sejumlah titik.
Setelah tahap perluasan rampung, penataan lingkungan terminal, rest area, dan ruang terbuka hijau akan dilanjutkan. Mengingat terminal berada di ruas jalan nasional, Pemkab Kapuas juga telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional terkait rencana pelebaran jalan dan penataan penerangan.
“Kita sudah berkomunikasi dengan Balai Jalan Nasional, termasuk rencana pelebaran jalan dan penataan lampu di ruas jalan nasional,” pungkas Wiyatno. (rd)















