PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan pembangunan spiritual. Hal itu ditandai dengan peresmian Taman Hosana Sinta Bukit Doa oleh Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i, di Gereja Sinta, Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Selasa (27/1).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta berita acara serah terima aset. Kehadiran taman doa tersebut diharapkan menjadi ruang perenungan rohani sekaligus pusat pembinaan iman bagi masyarakat.
Bupati Ahmad Rifa’i menegaskan, Taman Hosana Sinta Bukit Doa tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana penguatan nilai moral serta perekat kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, pembangunan spiritual memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang harmonis dan beradab.
“Keberadaan taman ini diharapkan mampu memperkuat kehidupan beragama yang rukun serta menjadi ruang refleksi yang membawa kedamaian,” ujar Ahmad Rifa’i.
Selain itu, taman tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi yang dapat mendukung sektor pariwisata daerah. Dengan pengelolaan yang baik, taman doa ini diyakini mampu memberi nilai tambah bagi pembangunan Kabupaten Pulang Pisau.
Ahmad Rifa’i juga menegaskan bahwa hibah aset tersebut merupakan wujud sinergi dan kepercayaan pemerintah daerah kepada kelembagaan keagamaan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjamin kebebasan beragama serta mendorong terciptanya toleransi, persaudaraan, dan kedamaian di tengah masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pembangunan spiritual yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Sinode GKE, Simpon F. Lion, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam mewujudkan pembangunan Taman Hosana Sinta Bukit Doa. Ia menilai fasilitas tersebut menjadi amanah besar yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Simpon menambahkan, pihaknya berkomitmen tidak hanya menjaga dan merawat, tetapi juga mengembangkan taman doa tersebut. Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian serta komitmen kuat dalam mengawal pengelolaan aset yang telah dihibahkan.
“Kami mempersiapkan manajemen pengelolaan yang baik, didukung SDM yang memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan taman ini ke depan,” pungkasnya. (rd)
















