KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar modern. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kapuas H. M. Wiyatno melalui sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Kapuas Kusmiati, Senin (2/1), di Aula DPMPTSP Kapuas.
Dalam sambutannya, Kusmiati menyampaikan secara lengkap pesan Bupati Kapuas bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. UMKM dinilai memiliki daya tahan yang luar biasa serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, tantangan di era digital dan persaingan pasar modern juga semakin ketat.
“Pemerintah Kabupaten Kapuas terus berkomitmen untuk mendorong UMKM agar naik kelas. Upaya ini tidak bisa kami lakukan sendiri, diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha atau swasta. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) yang telah menunjukkan kepeduliannya melalui program kemitraan ini. Kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam menjembatani produk lokal Kabupaten Kapuas agar mampu menembus jaringan ritel modern,” ujar Kusmiati membacakan sambutan Bupati Kapuas tanpa dipotong.
Bupati juga berharap melalui kegiatan tersebut para pelaku UMKM dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, terutama terkait standar mutu produk yang diinginkan pasar ritel, manajemen pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran dan legalitas usaha.
“Saya ingin melihat produk-produk asli Kabupaten Kapuas, baik itu kerajinan, camilan, maupun olahan pangan lainnya berjajar rapi di rak-rak toko Alfamart, tidak hanya di wilayah kita, tetapi juga menjangkau skala nasional. Jangan pernah takut untuk berinovasi dan terus memperbaiki kualitas,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kapuas Teguh Yunianto menjelaskan bahwa Pelatihan Manajemen dan Promosi Pelaku Usaha/UMKM Kabupaten Kapuas bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang inklusif. Ekosistem tersebut diharapkan dapat memudahkan usaha besar dan pelaku UMKM menemukan rekanan potensial dalam menjalin kerja sama Business to Business (B2B).
Menurut Teguh, di era pemasaran daring, pelaku UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi dalam memasarkan produk unggulan. Dengan pemasaran yang lebih luas, kesejahteraan pelaku UMKM diharapkan meningkat, sekaligus memberi manfaat bagi pihak korporasi.
“Pelatihan ini diikuti 50 peserta pelaku usaha dan UMKM Kabupaten Kapuas. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai agar memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pembukaan resmi pelatihan oleh Bupati Kapuas atau perwakilan, sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM lokal menuju pasar yang lebih luas. (rd)