PALANGKA RAYA – Hilal awal Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat di Palangka Raya. Hasil pemantauan menunjukkan posisi bulan masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, Selasa (17/2/2026).
Ketua Tim Rukyatul Hilal DPW LDII Kalimantan Tengah, Aris Wijaya, menyampaikan berdasarkan hisab, hilal belum memenuhi kriteria pengamatan. Matahari terbenam pukul 17.43.41 WIB, sedangkan bulan telah terbenam lebih dahulu pada pukul 17.38.47 WIB, atau sekitar lima menit sebelum matahari.
Data perhitungan menunjukkan ketinggian bulan minus 1 derajat (-1°) dengan elongasi 1 derajat. Secara astronomis, kondisi tersebut belum memenuhi kriteria imkanur rukyat.
Selain faktor posisi bulan, cuaca di lokasi pengamatan juga kurang mendukung. Langit Palangka Raya dilaporkan tertutup awan tebal sehingga pengamatan visual tidak memungkinkan.
Hasil ini sejalan dengan laporan pemantauan rukyatul hilal oleh Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Tengah. Pengamatan yang dilaksanakan di menara Masjid Darussalam Palangka Raya juga tidak mencatat adanya hilal.
“Disimpulkan bahwa posisi hilal masih di bawah ufuk dan tidak memenuhi kriteria. Namun penetapan awal Ramadan tetap menunggu sidang isbat,” ujar Aris Wijaya. (rd)
















