KUALA KAPUAS – Harapan masyarakat Desa Lawang Kamah, Kecamatan Timpah, untuk segera memiliki akses jalan dan jembatan yang layak mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama pihak perusahaan bergerak cepat menindaklanjuti hasil rapat koordinasi terkait penanganan infrastruktur di wilayah tersebut.
Kepala Desa Lawang Kamah, Edy T Bahar, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama perusahaan, yakni PT Daya Sakti dan PT Dasa Intiga, telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi jalan dan jembatan Sei Hyang.
“Ini sebagai langkah awal. Pihak perusahaan akan menggelar rapat antarperusahaan, dan sebelum pembangunan jembatan dimulai, akan dilakukan peningkatan atau penimbunan jalan menuju lokasi sepanjang kurang lebih 450 meter,” ujar Edy.

Menurut Edy, komitmen perusahaan tetap sejalan dengan batas waktu yang telah disampaikan oleh Bupati dan Sekretaris Daerah dalam rapat sebelumnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat.
“Atas nama masyarakat Desa Lawang Kamah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan Pak Sekda. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan. Kami berharap pembangunan ini segera selesai dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Kapuas HM Wiyatno telah memimpin langsung rapat koordinasi terkait percepatan penanganan jembatan menuju Desa Lawang Kamah. Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Usis I Sangkai, jajaran perangkat daerah, Camat Timpah, kepala desa, serta pihak perusahaan.
Dalam arahannya, Wiyatno menegaskan bahwa pembangunan jembatan Sei Hyang merupakan kebutuhan mendesak, mengingat infrastruktur tersebut menjadi akses utama bagi mobilitas masyarakat.
“Pembangunan akses ini sangat penting untuk membantu aktivitas masyarakat. Kami harapkan dukungan semua pihak, termasuk dunia usaha, agar pelaksanaannya bisa dipercepat,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Kapuas itu juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam percepatan pembangunan, terutama untuk wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau anggaran APBD.
“Kita harapkan CSR perusahaan bisa masuk untuk membantu pembangunan, sehingga akses keluar masuk masyarakat menjadi lebih lancar,” pungkasnya.
Dengan dimulainya penanganan akses jalan sebagai tahap awal, masyarakat kini menaruh harapan besar agar pembangunan jembatan Sei Hyang dapat segera terealisasi dan membuka keterisolasian wilayah tersebut. (re)















