KUALA KAPUAS – Gabungan mahasiswa asal Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah, menggelar kegiatan edukasi pengenalan dunia perguruan tinggi bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas, khususnya pelajar kelas XII, Senin.
Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran awal serta pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kehidupan perkuliahan kepada siswa yang akan segera menyelesaikan pendidikan menengah atas dan bersiap melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Ketua Koordinator Pelaksana, Muhammad Radja Fadhilah Akbar, mengatakan edukasi ini diharapkan dapat membantu siswa memahami berbagai pilihan pendidikan tinggi agar tidak keliru dalam menentukan jurusan.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memiliki informasi yang cukup dan pemahaman yang matang sebelum memilih jurusan, sehingga dapat menyesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing,” ujarnya usai kegiatan.
Ia menambahkan, pemilihan jurusan yang tepat akan membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah Kapuas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar daerah.
Lebih lanjut, Fadhilah menjelaskan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan di lima sekolah di Kabupaten Kapuas, yakni SMA Negeri 1 Kapuas, SMA Negeri 2 Kapuas, SMA Negeri 3 Kapuas, SMK Negeri 1 Kapuas, dan MAN Kapuas.
Selain memberikan pemahaman tentang dunia perkuliahan, kegiatan ini juga bertujuan membantu siswa kelas XII mengenali minat dan bakat sejak dini, memahami karakteristik jurusan yang diminati, serta menentukan pilihan terbaik antara melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung memasuki dunia kerja.
“Harapan utamanya, tidak ada lagi siswa yang salah memilih jurusan hanya karena keterbatasan informasi dan akses pendidikan,” tegasnya.
Dalam sesi edukasi, para mahasiswa turut berbagi pengalaman seputar kehidupan kampus, mulai dari proses pendaftaran perguruan tinggi, jalur masuk seperti SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri, serta persiapan akademik dan nonakademik yang perlu dilakukan sejak bangku sekolah.
Selain itu, disampaikan pula perbedaan sistem pembelajaran di perguruan tinggi dengan sekolah menengah, termasuk metode perkuliahan, penerapan sistem kredit semester (SKS), serta pentingnya kemandirian, manajemen waktu, dan tanggung jawab pribadi bagi mahasiswa.
Para siswa kelas XII MAN Kapuas tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka aktif mengajukan pertanyaan terkait pemilihan jurusan, peluang beasiswa, kehidupan organisasi kemahasiswaan, hingga tantangan yang kerap dihadapi mahasiswa perantau.
Para pemateri menekankan pentingnya memilih jurusan berdasarkan minat dan bakat, bukan semata karena tren atau dorongan lingkungan, agar proses perkuliahan dapat dijalani secara optimal dan berkelanjutan. (rd)
















