PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mempercepat penanganan titik-titik rawan longsor di wilayahnya. Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau H Ahmad Jayadikarta turun langsung melakukan koordinasi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) II Kalimantan Tengah guna mendorong percepatan penanganan longsor tebing sungai di Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Selasa (20/1).
Langkah cepat tersebut ditempuh untuk meminimalisasi risiko bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta infrastruktur di sekitar bantaran sungai.
Dalam koordinasi di Palangka Raya itu, Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta menyampaikan kondisi lapangan sekaligus meminta arahan teknis agar penanganan longsor dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah pusat.
“Pemerintah daerah ingin penanganan ini bisa segera dilakukan. Karena itu kami berkoordinasi langsung agar langkah yang diambil tepat dan tidak menunggu terlalu lama,” ujarnya.
Selain longsor di Bukit Liti, Pemkab Pulang Pisau juga menyampaikan kondisi abrasi di Desa Mantan, Kecamatan Kahayan Kuala, yang dinilai sama-sama membutuhkan penanganan cepat. Lokasi tersebut sebelumnya telah diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ia menjelaskan, pada tahun ini Pemkab Pulang Pisau kembali mengajukan usulan penanganan sejumlah titik rawan longsor dan abrasi melalui Balai Wilayah Sungai II Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya percepatan mitigasi bencana.
Menurutnya, percepatan penanganan tidak hanya bergantung pada kesiapan daerah, tetapi juga pada sinergi dengan pemerintah pusat dan instansi teknis.
“Yang terpenting, masyarakat tidak terus berada dalam ancaman. Pemerintah daerah terus mendorong agar penanganan titik rawan longsor ini bisa segera direalisasikan,” tegas Ahmad Jayadikarta. (rd)
















